PUISI
Selamat Tinggal
Kau benar,
Cintaku
Memang loakan
Yang pantas
Dibuang di kuburan
Biar pergi darimu,
Pergi jauh..
Jauh…
Melampaui kiamat nanti…
Kau benar,
Cintaku
Hanya sebongkah batu,
Yang bermimpi
Jadi permata
Harapnya bisa melayang
Di atap lazuardi,
Bertahta
Di bahtera langit
Menari
Memakai selendang jingga..
Namun tanpa tahu,
Bumi pun tak sudi dipihaknya..
Pergilah kau!
Pergilah jauh!
Jangan dengar harapku
Jangan dengar aku..
Jangan sekali pun
Kau janjikan
Cinta semegah fajar
Karena balasku
Tak lebih bagus
Dari pengkhianatan
Jangan pula
Kau menjanjikan
Kesetiaan biru
Yang membumbung
Dibawa bidadari
Karena balasku
Tak akan lebih indah
Dari kematian…
Jauhkah perjalanan-perjalanan ini.
tidak!
Cuman selenggang kita berjalan
pada bunga bersemi aku pernah bertanya sendiri,
dan pada lagu yang melembut jadi melodi,
Aku tidak ingin kita bagai matahari rembulan
berlarian sepanjang waktu untuk mencoba berpelukan
tidak akan pernah bisa kesampaian,
Aku ingin kita bagai laut dan langit biru,
saling berkaca dan saling memberi warna,
kenapa
Senja terlalu cepat menjadi sunyi dan kelam
kenapa
Merah sinarmu tak kutemukan di waktu lalu
hingga bisa kunikmati segenap senyum,
wajah, tubuh,
dan hatimu,
tapi, bukankah hidup penuh jalinan yang asing dan rahasia
Seutas helai
Terurai menguntai jalannya cinta kita
Berkumpul menyatu bagaikan benang rambut
tiupan sepoi datang
Mengguncang kita
Kita terus berlalu
Teguh cakar menancap pada cinta kita
Merah benang itu menunjukkan cinta kita bertaut telah
lama
Sisir menghujam cinta kita
Kita tetap dapat melaluinya
Pohon kian menghijau
Sakura terus berguguran
Tapi cinta kita terus bersemi sepanjang waktu
Tergurat senyummu dalam hatiku
Membayangi tiap langkahku
Menghantui jiwaku
Mata terpejam
Terlukis dirimu
Pelangi hatiku mulai tumbuh untukmu
Terbawa arus cintamu
Seutas benang kini merajut dalam benang hatiku
Tumbuh bagaikan pohon
Kuingin terus bersamamu
Walaupun kamu berada jauh di mana
Kuingin kau terus mengisi hatiku
Rintik hujan
Mengguyur hati
Memendam rasa
Kau jauh di sana
Aku sendiri di sini
Rindu terus membuncah
Menunggu hadirnya dirimu
Bayangmu tak mengapa
Andai kau tahu
Aku padamau
Kau dihatiku
Ku ingin aku ada di hatimu
Di ruang rindumu
Bayu pergi di malam ini
Diam dalam lamunan
Selalu menyelimutiku
Melupakan dirimu
Sungguh akutakbisa
Aku sadar
Cinta ini memang untukmu
Rindu telah ku kubur
Namun tetap kembali datang
Memang tak bisa melupakanmu
Ingin lepas namun selalu membelengguku
Mengikat erat dalam nadi
Membuat halusinasi
Fatamorgana dalam padang hatiku
Namun semuanya palsu
Melupakanmu? Mungkinkah?
Waktu
Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.
Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.
Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.
By : Kahlil Gibran
Hingga detik ini
Hingga hari ini
Hingga bulan ini bahkan
Aku masih menyayangimu
Aku masih mencintaimu
Aku masih menyukaimu
Walaupun..
Waktu telah berlalu begitu lamanya
dan aku tlah dimiliki orang lain
Tapi cintaku..
Cintaku untukmu takkan pernah lekang oleh waktu
Cintaku takkan kubri untuk orang lain slain dirimu
Cintaku abadi hanya untuk dirimu
Cintaku bukanlah ia yang memiliki
Karena..Hanya kau yg ada dihati ini
Hanya namamu yg sudah terukir abadi
Hanya dirimu yg sanggup menenangkan hati yg galau ini
Ungkapan Hati
Aq ga ngerti knpa sifat manusia tu slalu b’ubah.. Yg jelas kini kamu berubah 100%, kamu ga sp’ti yg qu kenal dulu, kamu yg dulu hangat kini menjelma sp’ti es yg membatu. Jujur ku merindukan kamu yg dulu bukan yg sekarang.. apakah sifatmu yg dulu hnya palsu.?
Kini qu hnya bisa t’menung dan mnyesali smua. aq mnyesal p’nah mencintai n mnyayangimu. Dan kini aq hnya bisa p’gi menjauh dan p’lahan meninggalkanmu & mnghapus jejakmu.
Waktu qu hanya tuk mencarimu
B’juta waktu ta terasa lagi karna stiap saat qu hnya memikirkan tentangmu. ta da lagi keindahan selain dirimu dan hanya padamu qu merasa bahagia, stiap qu palingkan qu hanya mlihat raumu n senyumu, meski kau ta tau pengorbananqu slma ni itu ta jd hambatan buatqu karna tu smua qu anggap adalah pengorbanan dan bukti kesungguhanqu. slma ni bnyak org yg yg b’tanya, apakah cinta sejati tu ada jikalupun ada apakah patut untuk d perjuangkan.? skarang p’tanyaan tu dah da jawaban’y. yaitu cinta sejati tu ada.
Salam
